Saat kita pahami arti perjuangan..maka kita telah siap melangkah diatas batu yang tajam..terjatuh dalam jurang yang terjal..dan tersesat dalam luasnya padang..hanya orang MUKHLIS..yang tetap mampu BANGKIT dan BERGERAK...Keep ISTIQOMAH...!!!
Tampilkan postingan dengan label Cluster Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cluster Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Visi

Dalam Al Qur'an terjemah Indonesia, kata 'fu-ad' biasanya dimaknai 'hati dan pikiran'. Ketika Allah melarang kita mengikuti suatu hal tanpa proses pengetahuan (kognisi), Allah mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran (sensori), dan fu-ad (memori plus persepsi) semuanya akan dipertanggungjawabkan.

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan fu-ad, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Q.s. Al Israa' : 36)

Jika dihubungkan dengan masa lampau, fu-ad terkait dengan memori. Fu-ad merekam apa-apa yang diperoleh seseornag melalui proses penginderaan dan pembelajaran, merangkainya menjadi simpanan konsep. Jika dikaitkan dengan masa kini, fu-ad lekat dengan persepsi. Artinya, olahan dari konsep yang ada dalam simpanannya, ia gunakan untuk memandang berbagai kenyataan yang sedang dihadapinya.

Jika fu-ad mengembara ke masa depan, maka ia menggandeng visi. Dalam alam nyata, memori dan persepsi biasa kita ringkas menjadi pengetahuan. "Dan visi", kata Albert Einstein, "jauh lebih penting dari pengetahuan." Mengapa ? Pengetahuan bersifat lampau, sudah berlalu, dan terbatas. Sedangkan visi adalah masa depan yang tak terbatas. Visi lebih besar dari sejarah, lebih besar daripada beban kita, lebih besar dari luka nestapa emosi kita di masa lampau.

Dengan visi, kita membangun sebuah gambaran ideal dalam perspektif jangka panjang. Ada satu lukisan bening yang kita corat coretkan disana tentang mimpi, harapan, dan cita-cita kita. Akal kita dipenuhi pertimbangan, lalu melompat, berpikir di luar kotak secara strategis untuk mengantisipasi masa depan.

"Orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya." (Q.s Al Baqarah : 46)

Meski seputaran kita gelap pekat, visi yang bersinar terang dikejauhan akan memberi kita arah. Ia ada disana, bercahaya. Dan kita akan tetap menujunya meski harus merangkak, terantuk, terjerembab, dan kadang terperosok. Tapi pasti, di antara berbagai kejatuhan itu akan ada saat dimana kita bisa berlari, meloncat bahkan melayang dan terbang. Sementara mereka yang tanpa visi akan berdiri, berjongkok, berputar-putar, menggeloso dan menggigit jari.
"Tuli, bisu, dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali." (Qs Al Baqarah : 18)

Ia yang punya keyakinan kuat pada visinya akan tertuntun, dan kesulitan-kesulitan pun melandai memberi jalan kepadanya. Ia yang tak yakin pada visinya akan sangat mudah menemukan alasan untuk berhenti. Perjalanan yang sulit. Bekal yang sedikit. Jarak yang selangit. Bagi mereka, alasan-alasan ini akan datang sendiri tanpa dicari. Karena selalu ada bagian jalan yang mendaki. Selalu ada bagian laut yang berbadai. Seperti kata para Badui yang tertinggal dan tak menyaksikan hari Hudaibiyah :
"...harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami..." (Qs. Al Fath : 11)

Dan alangkah sedihnya jikalau cinta tak punya visi. Ia kecil. Mengerdil. Tak melewati batas-batas syahwat. Tak melampaui rasam-rasam emosi. Tak menjangkau ufuk-ufuk tinggi. Ia hanya menjadi kenangan lampau. Kenangan manis  kini telah pergi, tapi yang pahit terus menghantui. Cinta hanya kenangan lama yang tak lebih dari jejak-jejak air mata. Kalaupun ada hari ini, ia hanya menjadi rindu semalam, cemburu sepagi, dan tengkar sesiang. Tak lebih. Tak bermasa depan.

"Masa depan milik Islam". Di jalan cinta para pejuang, kalimat itu seperti suluh nan jauh. Sungguh, hanya dengan visi yang besar, tinggi dan bening kita bisa menyusulnya. Maka pandanglah ujung perjalanan itu. Dan mari kita berangkat.....(Ustadz Salim A. Fillah)

Best Regard,
.::RahmahArchivienna::
Bumi Holland-allo, 07:15 am)



Share
Ketika Memilih

Dalam setiap pilihan hidup, seorang mukmin beristikharah pada Allah. Tetapi shalat istikharah itu hanyalah satu tahapan saja, sebagian dari tanda kepasrahannya kepada apa yang dipilihkan Allah bagi kebaikannya. Untuk dunia, agama, dan akhiratnya. Istikharah yang sesungguhnya dimulai jauh sebelum itu; dari rasa taqwa, menjaga kesucian ikhtiar, dan kepekaam dalam menjaga hubungan baik dengan Allah.

Ketiga segala sebelumnya dijalani dengan apa yang diatur-Nya, maka istikharah adalah saat bertanya. Pertama tentang pantaskah kita dijawab oleh-Nya. Yang kedua, seperti apa jawab itu. Yang ketiga beranikah kita untuk menerima jawab itu. Apa adanya. Karena itulah sejujur-jujur jawaban. Di situlah letak furqaan, kepekaan khas orang bertakqwa.

Karena soalnya bukanlah diberi atau tidak diberi. Soalnya, bukan diberi dia atau diberi yang lain. Urusannya adalah tentang bagaimana Allah memberi. Apakah diulurkan lembut dengan cinta, ataukah dilempar ke muka penuh murka. Bisa saja yang diberikan sama, tapi rasa dan dampaknya berbeda. Dan bisa saja yang diberikan pada kita berbeda dari apa yang diharap hati, tapi rasanya jauh melampaui. Disitulah yang kita namakan barakah.

Di jalan cinta para pejuang, ada taqwa yang menjaminkan barakah untuk kita. (Ustadz Salim A. Fillah)

Best Regard,
.::RahmahArchivienna::
Bumi Holland-allo, 06:21 am)
Share
Repost : Mencintai Penanda Dosa,..

Dalam hidup, Allah sering menjumpakan kita dengan orang-orang yang membuat hati bergumam lirih, “Ah, surga masih jauh.” Pada banyak kejadian, ia diwakili oleh orang-orang Rata Penuhpenuh cahaya yang kilau keshalihannya kadang membuat kita harus memejam mata.

Dalam tugas sebagai Relawan Masjid di seputar Merapi hari-hari ini, saya juga bersua dengan mereka-mereka itu. Ada suami-isteri niagawan kecil yang oleh tetangganya sering disebut si mabrur sebelum haji. Selidik saya menjawabkan, mereka yang menabung bertahun-tahun demi menjenguk rumah Allah itu, menarik uang simpanannya demi mencukupi kebutuhan pengungsi yang kelaparan dan kedinginan di pelupuk mata.

“Kalau sudah rizqi kami”, ujar si suami dengan mata berkaca nan manusiawi, “Kami yakin insyaallah akan kesampaian juga jadi tamu Allah. Satu saat nanti. Satu saat nanti.” Saya memeluknya dengan hati gerimis. Surga terasa masih jauh di hadapan mereka yang mabrur sebelum berhaji.

Ada lagi pengantin surga. Keluarga yang hendak menikahkan dan menyelenggarakan walimah putra-putrinya itu bersepakat mengalihkan beras dan segala anggaran ke barak pengungsi. Nikah pemuda-pemudi itu tetap berlangsung. Khidmat sekali. Dan perayaannya penuh doa yang mungkin saja mengguncang ‘Arsyi. Sebab semua pengungsi yang makan hidangan di barak nan mereka dirikan berlinangan penuh haru memohonkan keberkahan.

Catatan indah ini tentu masih panjang. Ada rumah bersahaja berkamar tiga yang menampung seratusan pelarian musibah. Untuk pemiliknya saya mendoa, semoga istana surganya megah gempita. Ada juru masak penginapan berbintang yang cutikan diri, membaktikan keahlian di dapur umum. Ada penjual nasi gudheg yang sedekahkan 2 pekan dagangannya bagi ransum para terdampak bencana. Semoga tiap butir nasi, serpih sayur, dan serat lelaukan bertasbih untuk mereka.

Ada juga tukang pijit dan tukang cukur yang keliling cuma-cuma menyegarkan raga-raga letih, barak demi barak. Ad dokter-dokter yang rela tinggalkan kenyamanan ruang berpendingin untuk berdebu-debu dan berjijik-jijik. Ada lagi para mahasiswa dan muda-mudi yang kembali mengkanakkan diri, membersamai dan menceriakan bocah-bocah pengungsi. Semua kebermanfaatan surgawi itu, sungguh membuat iri.
***

“Ah, surga masih jauh.”
Setelah bertaburnya kisah kebajikan, izinkan kali ini saya justru mengajak untuk menggumamkan keluh syahdu itu dengan belajar dari jiwa pendosa. Jiwa yang pernah gagal dalam ujian kehidupan dariNya. Mengapa tidak? Bukankah Al Quran juga mengisahkan orang-orang gagal dan pendosa yang berhasil melesatkan dirinya jadi pribadi paling mulia?
Musa pernah membunuh orang. Yunus bahkan sempat lari dari tugas risalah yang seharusnya dia emban. Adam juga. Dia gagal dalam ujian untuk tak mendekat pada pohon yang diharamkan baginya. Tapi doa sesalnya diabadikan Al Quran. Kita membacanya penuh takjub dan khusyu’. “Rabb Pencipta kami, telah kami aniaya diri sendiri. Andai Kau tak sudi mengampuni dan menyayangi, niscaya jadilah kami termasuk mereka yang rugi-rugi.” Mereka pernah menjadi jiwa pendosa, tetapi sikap terbaik memuliakan kelanjutan sejarahnya.

Kini izinkan saya bercerita tentang seorang wanita yang selalu mengatakan bahwa dirinya jiwa pendosa. Kita mafhum, bahwa tiap pendosa yang bertaubat, berhijrah, dan berupaya memperbaiki diri umumnya tersuasanakan untuk membenci apa-apa yang terkait dengan masa lalunya. Hatinya tertuntun untuk tak suka pada tiap hal yang berhubungan dengan dosanya. Tapi bagaimana jika ujian berikut setelah taubat adalah untuk mencintai penanda dosanya?
Dan wanita dengan jubah panjang dan jilbab lebar warna ungu itu memang berjuang untuk mencintai penanda dosanya.

“Saya hanya ingin berbagi dan mohon doa agar dikuatkan”, ujarnya saat kami bertemu di suatu kota selepas sebuah acara yang menghadirkan saya sebagai penyampai madah. Didampingi ibunda dan adik lelakinya, dia mengisahkan lika-liku hidup yang mengharu-birukan hati. Meski sesekali menyeka wajah dan mata dengan sapu tangan, saya insyaf, dia jauh lebih tangguh dari saya.

“Ah, surga masih jauh.”
Kisahnya dimulai dengan cerita indah di semester akhir kuliah. Dia muslimah nan taat, aktivis dakwah yang tangguh, akhwat yang jadi teladan di kampus, dan penuh dengan prestasi yang menyemangati rekan-rekan. Kesyukurannya makin lengkap tatkala prosesnya untuk menikah lancar dan mudah. Dia tinggal menghitung hari. Detik demi detik serasa menyusupkan bahagia di nafasnya.

Ikhwan itu, sang calon suami, seorang lelaki yang mungkin jadi dambaan semua sebayanya. Dia berasal dari keluarga tokoh terpandang dan kaya raya, tapi jelas tak manja. Dikenal juga sebagai ‘pembesar’ di kalangan para aktivis, usaha yang dirintisnya sendiri sejak kuliah telah mengentas banyak kawan dan sungguh membanggakan. Awal-awal, si muslimah nan berasal dari keluarga biasa, seadanya, dan bersahaja itu tak percaya diri. Tapi niat baik dari masing-masing pihak mengatasi semuanya.

Tinggal sepekan lagi. Hari akad dan walimah itu tinggal tujuh hari menjelang, ketika sang ikhwan dengan mobil barunya datang ke rumah yang dikontraknya bersama akhwat-akhwat lain. Sang muslimah agak terkejut ketika si calon suami tampak sendiri. Ya, hari itu mereka berencana meninjau rumah calon tempat tinggal yang akan mereka surgakan bersama. Angkahnya, ibunda si lelaki dan adik perempuannya akan beserta agar batas syari’at tetap terjaga.

“’Afwan Ukhti, ibu dan adik tidak jadi ikut karena mendadak uwak masuk ICU tersebab serangan jantung”, ujar ikhwan berpenampilan eksekutif muda itu dengan wajah sesal dan merasa bersalah. “’Afwan juga, adakah beberapa akhwat teman Anti yang bisa mendampingi agar rencana hari ini tetap berjalan?”
“Sayangnya tidak ada. ‘Afwan, semua sedang ada acara dan keperluan lain. Bisakah ditunda?”
“Masalahnya besok saya harus berangkat keluar kota untuk beberapa hari. Sepertinya tak ada waktu lagi. Bagaimana?”

Akhirnya dengan memaksa dan membujuk, salah seorang kawan kontrakan sang Ukhti berkenan menemani mereka. Tetapi bi-idzniLlah, di tengah jalan sang teman ditelepon rekan lain untuk suatu keperluan yang katanya gawat dan darurat. “Saya menyesal membiarkannya turun di tengah perjalanan”, kata muslimah itu pada saya dengan sedikit isak. “Meskipun kami jaga sebaik-baiknya dengan duduk beda baris, dia di depan dan saya di belakang, saya insyaf, itu awal semua petakanya. Kami terlalu memudah-mudahkan. AstaghfiruLlah.”

Ringkas cerita, mereka akhirnya harus berdua saja meninjau rumah baru tempat kelak surga cinta itu akan dibangun. Rumah itu tak besar. Tapi asri dan nyaman. Tidak megah. Tapi anggun dan teduh.
Saat sang muslimah pamit ke kamar mandi untuk hajatnya, dengan bantuan seekor kecoa yang membuatnya berteriak ketakutan, syaithan bekerja dengan kelihaian menakjubkan. “Di rumah yang seharusnya kami bangun surga dalam ridhaNya, kami jatuh terjerembab ke neraka. Kami melakukan dosa besar terlaknat itu”, dia tersedu. Saya tak tega memandang dia dan sang ibunda yang menggugu. Saya alihkan mata saya pada adik lelakinya di sebalik pintu. Dia tampak menimang seorang anak perempuan kecil.

“Kisahnya tak berhenti sampai di situ”, lanjutnya setelah agak tenang. “Pulang dari sana kami berada dalam gejolak rasa yang sungguh menyiksa. Kami marah. Marah pada diri kami. Marah pada adik dan ibu. Marah pada kawan yang memaksa turun di jalan. Marah pada kecoa itu. Kami kalut. Kami sedih. Merasa kotor. Merasa jijik. Saya terus menangis di jok belakang. Dia menyetir dengan galau. Sesal itu menyakitkan sekali. Kami kacau. Kami merasa hancur.”

Dan kecelakaan itupun terjadi. Mobil mereka menghantam truk pengangkut kayu di tikungan. Tepat sepekan sebelum pernikahan.
“Setelah hampir empat bulan koma”, sambungnya, “Akhirnya saya sadar. Pemulihan yang sungguh memakan waktu itu diperberat oleh kabar yang awalnya saya bingung harus mengucap apa. Saya hamil. Saya mengandung. Perzinaan terdosa itu membuahkan karunia.” Saya takjub pada pilihan katanya. Dia menyebutnya “karunia”. Sungguh tak mudah untuk mengucap itu bagi orang yang terluka oleh dosa.
“Yang lebih membuat saya merasa langit runtuh dan bumi menghimpit adalah”, katanya terisak lagi, “Ternyata calon suami saya, ayah dari anak saya, meninggal di tempat dalam kecelakaan itu.”

“SubhanaLlah”, saya memekik pelan dengan hati menjerit. Saya pandangi gadis kecil yang kini digendong oleh sang paman itu. Engkaulah rupanya Nak, penanda dosa yang harus dicintai itu. Engkaulah rupanya Nak, karunia yang menyertai kekhilafan orangtuamu. Engkaulah rupanya Nak, ujian yang datang setelah ujian. Seperti perut ikan yang menelan Yunus setelah dia tak sabar menyeru kaumnya.

“Doakan saya kuat Ustadz”, ujarnya. Tiba-tiba, panggilan “Ustadz” itu terasa menyengat saya. Sergapan rasa tak pantas serasa melumuri seluruh tubuh. Bagaimana saya akan berkata-kata di hadapan seorang yang begitu tegar menanggung semua derita, bahkan ketika keluarga almarhum calon suaminya mencampakkannya begitu rupa. Saya masih bingung alangkah teganya mereka, keluarga yang konon kaya dan terhormat itu, mengatakan, “Bagaimana kami bisa percaya bahwa itu cucu kami dan bukan hasil ketaksenonohanmu dengan pria lain yang membuat putra kami tersayang meninggal karena frustrasi?”

“Doakan saya Ustadz”, kembali dia menyentak. “Semoga keteguhan dan kesabaran saya atas ujian ini tak berubah menjadi kekerasan hati dan tak tahu malu. Dan semoga sesal dan taubat ini tak menghalangi saya dari mencintai anak itu sepenuh hati.” Aduhai, surga masih jauh. Bahkan pinta doanya pun menakjubkan.

Allah, sayangilah jiwa-jiwa pendosa yang memperbaiki diri dengan sepenuh hati. Allah, jadikan wanita ini semulia Maryam. Cuci dia dari dosa-dosa masa lalu dengan kesabarannya meniti hari-hari bersama sang buah hati. Allah, balasi tiap kegigihannya mencintai penanda dosa dengan kemuliaan di sisiMu dan di sisi orang-orang beriman. Allah, sebab ayahnya telah Kau panggil, kami titipkan anak manis dan shalihah ini ke dalam pengasuhanMu nan Maha Rahman dan Rahim.

Allah, jangan pula izinkan hati kami sesedikit apapun menghina jiwa-jiwa pendosa. Sebab ada kata-kata Imam Ahmad ibn Hanbal dalam Kitab Az Zuhd yang selalu menginsyafkan kami. “Sejak dulu kami menyepakati”, tulis beliau, “Bahwa jika seseorang menghina saudara mukminnya atas suatu dosa, dia takkan mati sampai Allah mengujinya dengan dosa yang semisal dengannya.”


***
NB: sahibatul hikayah berpesan agar kisah ini diceritakan untuk berbagi tentang betapa pentingnya menjaga iman, rasa taqwa, dan tiap detail syari’atNya di tiap langkah kehidupan. Juga agar ada pembelajaran untuk kita bisa memilih sikap terbaik menghadapi tiap uji kehidupan. Semoga Allah menyayanginya.

Oleh : Salim A. Fillah
Share
Klasifikasi Ikhwan Part. I

Berdasarkan Pemahaman Terhadap Islam

  • Ikhwan Spons
Sebagaimana sebuah spons (B.Inggris = sponge), ikhwan spons menyerap terlalu banyak materi. Orang bisa sangat kagum dengan wawasan keislamannya. Ia dapat menjelaskan dalil dengan baik, bisa berdebat dengan fasih. Ia bisa mempertahankan pendapatnya dengan argumentasi kuat,,menyitir ayat Al Quran dan hadist..Ngustad banget deh pokoknya,.

Sayangnya, ikhwan spons menyerap ilmu tanpa saringan.
Overload. Apa saja ia lahap,.tanpa pendirian pada satu dalil yang cukup kuat..Ia menjadi jenuh sendiri,..seperti larutan gula jenuh,.air tak dapat melarutkan butir-butir gula lagi karena jumlah gula dalam air sudah melewati ambang batas untuk bisa larut,..Manisnya jadi nggak enak,..

Selanjutnya ikhwan spons merasa agama menjadi penghambat dan bukan pendorong dalam bertindak,..Aturan agama yang seharusnya bisa mempermudah malah menjadi sulit,.agama belum menjadi penuntun dan bukan inspirasi dalam kehidupannya,.Fatalnya lagi,.ia sering mengutip ayat Al Quran dan hadist untuk melegalkan perbuatan menyimpang,.Contohnya ia hanya salat 3 kali dalam sehari,.karena masih menganggap dirinya musafir..Padahal ia tinggal ditempat tersebut dalam jangka waktu yang lama,..

Ikhwan spons malah sering nggak memiliki kebanggaan terhadap agamanya,.Ia kerap minder bila berbicara dengan sandaran agama,.Agama seolah tak memiliki relevansi dalam kehidupannya sehari-hari,.Padahal yang terjadi sebenarnya adalah : ia nggak berusaha memahami kehendak agama dalam kehidupannya sehari-hari,..

Nggak mudah menghadapi ikhwan spons,..ia bisa mempermalukan atau merendahkan orang-orang yang beda pendapat dengan dirinya,..Tapi layaknya sebuah spons,.ia sebenarnya lembut..Hanya karena memiliki banyak pori-pori,.ia mudah menyerap materi,..energi disekitarnya,..Nggak jarang ikhwan spons adalah sosok cerdas dengan prestasi akademik di atas rata-rata,..

Perlu pendekatan pribadi untuk mengubah perilaku ikhwan spons,..Orang2 terdekatnya atau sosok yang diseganinya bisa melakukan peran tersebut,..Jika disikapi dengan kekerasan,.ia akan bereaksi keras pula,..Perlu kelembutan,.karena bahan pembentuknya lembut,.Dan setelah ikhwan spons ini mengisi diri dengan materi yang benar2 murni,..ia akan lebih bermanfaat bagi umat,..

  • Ikhwan Besi
Dia adalah seorang ikhwan yang begitu bersemangat dalam menerapkan ajaran Islam,.padahal dulu dia adalah sosok junkie,.funky,.dan jorky gitu deh,.Ada satu peristiwa penting yang membuat ia tersadar dan berubah,.Temannya yang sesama pemadat mati,.terus ia ditinggal pergi oleh orang yang dicintainya,.dan peristiwa lainnya yang telah mengguncang sisi psikologinya,..Namun perubahan yang terjadi sangat drastis,.Dia yang dulu senang pake jeans bolong-bolong,.sekarang berbaju koko ria kemana saja,..Musiknya yang metal abiz,.berubah jadi nasyid-nasyid jihad tipe Ar Ruhul Jadid,.Perubahan ajaibnya membuat orang terkesima,.nggak percaya,.Kok dia bisa berubah gitu yaa,..??

Ikhwan jenis ini sedang mengalami euforia beragama,.Ia sedang semangat berIslam;
gila ini jalan kehidupan yang gue cari,.Jack,.! Sikapnya dalam beramal dan beribadah serba berlebihan,.Misalnya saja dalam menerapkan perintah untuk menundukkan pandangan (gadhul bashar),.Dia gampang memalingkan muka dengan lawan jenis,.bahkan membuang muka pada mereka yang berpenampilan menggoda sehingga menyakiti lawan bicara,..Emang enak,.bicara sama orang yang nunduk terus,.??

Si ikhwan bersikap begini karena ilmu agamanya yang masih dangkal,.ia bersikap sangat reaktif tanpa
tabayyun atau konfirmasi tentang perbedaan2 yang ada,..Padahal guru ngajinya yang lebih senior menerima perbedaan kecil itu dengan lapang dada,..Melihat orang shalat bersidekap di perut,.ia sinis,.yang bener itu di dada,.bukan diperut,.emangnye lagi kembung,.begitu katanya,.

Sikap ini adalah wujud dari kehidupan si ikhwan yang sangat sekuler bahkan cenderung bebas di masa lalu,.Ia baru menemukan oase di padang gersang,.ingin menyelam sedalam-dalamnya,.Kita melihatnya sebagai sosok pribadi yang tangguh,.militan,.rela berkorban,.berani mati,.pokoknya heroik banget deh,.ia seperti besi yang kuat,.keras dan anti patah,.

Tapi dibalik semangat yang menyala itu,.si ikhwan besi ini sebenarnya rapuh,.Bahan konstruksi besi sebenarnya tak sekuat penampakannya,.Besi mudah teroksidasi (bereaksi dengan oksigen),.Jika besi nggak dirawat,.dilapisi cat,.dijauhkan dari air dan zat2 penyebar karat,.besi akan keropos,.luruh,.terkubur dalam tanah,.Nggak sedikit ikhwan yang dulunya jaim banget,.sekarang
futur (terputus ditengah jalan),.ia kembali keselera asal,.jadi funky,.junkie,.dan jorky lagi,.Dia yang dulu terlihat anti cewek,..sekarang malah TP-TP melulu,.Penampilannya metro seksual ; dandy,.rapi,.wangi sekali,.

Haruskah mereka ditinggalkan..??Jangan,.! Kita bisa saja melihat ikhwan besi yang futur sebagai sosok yang munafik atau
jijay bajai capcay,.Tapi kenangan dalam komunitas dakwah Islam,.masih terpatri dihatinya,.ia bisa saja tertawa,..padahal hatinya menangis,.ia gembira padahal menderita,.keadaan memaksanya berubah,.dan kita terkadang nggak mengerti situasi dan kondisi yang mengukungnya,..

Pendekatan secara personal adalah pendekatan yang tepat untuk ikhwan besi yang sedang futur,.ia butuh teman berbagi,.tempat melepas lara dan gundah,.sifat jaimnya memang masih nyebelin banget,.tapi percayalah,.kalau kita terus mendekatinya,.berusaha merangkulnya,.melucuti kerak2 yang melumuri hatinya,.insyaalloh ia dapat kembali bercahaya,..memang butuh proses panjang untuk mengembalikannya seperti sedia kala,..tapi Alloh melihat proses,..bukan hasilnya kan,,..??

  • Ikhwan Bambu
Ada ikhwan yang secara fisik biasa tapi memesona,.wajahnya nggak sekelas idola para remaja,.anehnya dia enak dilihat,.sejuk,.asyik banget mendengar nasihat darinya,.ia bisa saja orang yang telah banyak memiliki ilmu agama,..atau bisa saja ia adalah sosok yang kalau membaca Al Quran saja masih terbata-bata,.satu hal yang membuat mereka sama --baik yang masih dangkal atau dalam ilmu agamanya --yaitu,.mereka mudah menerima nasihat,.saran dan kritikan,.sekalipun datang dari orang yang lebih muda,.

Setiap orang pasti melakukan kesalahan,.sayangnya,.masih sedikit yang mau segera memperbaiki diri,.susah diingatkan,.dan sulit untuk menerima masukan dari orang lain,.Untungnya beberapa orang sangat terbuka menerima masukan atau nasihat dari siapapun,.semangat memperbaiki diri tinggi,.hari ini harus lebih baik dari kemarin,.ia nggak pernah lelah belajar,.

Ikhwan seperti ini umumnya tahan banting,.siap menghadapi segala perubahan cuaca,..ia layaknya bilah bambu,.kokoh,.tegak terpancang meskipun angin menggoyang,.seperti bambu yang memiliki sistem perakaran serabut dengan akar simpang,.ikhwan ini berusaha tegar,.ia berusaha tegak meskipun petir menggelegar,.semakin tinggi posisinya,.ia tetap merunduk,.

Adakalanya ia dianggap kampungan,.kuno,.kurang trendy,.sama kayak bambu yang juga sudah dianggap kurang modern,..itu sebuah pilihan,.ia lebih nyaman tampil bersahaja,.lebih suka dibelakang layar daripada tampil kedepan panggung,.lebih senang menulis skenario daripada menjadi aktor pemeran utama,.jauh dari hingar bingar dan gegap gempita selebritas,.tapi bila ia pergi,.banyak orang kehilangan,.

Bambu hidup berumpun,.bentuknya silindris,.berbuku2,,.berongga namun kekar,.berdinding keras,.Bambu tumbuh bertahap,.mulai dari rebung,.batang muda,.dan sudah dewasa pada umur 4-5 tahun,.Bambu siap tebang,.dipakai untuk berbagai keperluan,.mulai dari peralatan rumah,.perabotan dapur,.kerajinan tangan,.bahan bangunan,.serta peralatan lain baik yang sederhana sampai dengan industri bambu lapis,.laminasi bambu,.juga industri kertas modern,.seorang ikhwan idealnya juga bisa seperti itu,.ia berkumpul dengan orang2 shaleh untuk menimba ilmu,.terus memperbaiki diri,.bertahap tumbuh,.dewasa,.menyebar ke setiap penjuru bumi,.seperti bambu yang mampu bertunas disetiap buku2nya,.si ikhwan juga harus bisa memberi manfaat,.cahaya,.dari setiap perilaku kesehariannya,.

Ikhwan bambu diharapkan menumbuhkan menumbuhkan bambu2 muda,.bukan tiruan,.tapi sosok yang mempunyai kesalehan dan kobar semangat yang nggak kalah sama,..ia lentur,.mudah membaur,.tanpa harus lebur,.dunia membutuhkan sosok2 bambu yang bekerja seimbang untuk dunia dan syurga,..

So,..tipe ikhwan yang manakah dirimu,..??

Nantikan Klasifikasi Ikhwan Part II,..juga Klasifikasi akhwat dipostingan selanjutnya,..pantengin terus yaa,..ok,.^_^

Sumber : buku Membongkar Rahasia Ikhwan Nyebelin


Share
Sebuah Lowongan..Mau..????

Sebuah lowongan istimewa telah dipersiapkan sebelum alam ini diciptakan. Lowongan ini terbuka bagi semua orang tanpa pengecualian,tanpa melihat pengalaman kerja, tanpa ijazah, tanpa koneksi.Lowongan ini terbuka bagi semua pengangguran maupun yang sedang bekerja dengan latar belakang apapun, baik direktur, gubernur, tukang becak,perampok, koruptor, pembunuh, pendeta, kyai, para dermawan,orang bodoh, orang cerdas, dll. Setiap pelamar dijamin pasti diterima di salah satu posisi yang disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima !


LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :
A. Penghuni Syurga
B. Penghuni Neraka

UNTUK POSISI A DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :
Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Syurga yang kekal abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa :
1. Nikmat kubur.
2. Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar.
3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim.
Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia.Rasulullah bersabda, "Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia" (HR Muslim). Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah 'merasakan' ridha Allah dan kesempatan merasakan 'wajah' Allah, inilah puncak segala kenikmatan, inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia,yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

UNTUK POSISI B DIPASTIKAN AKAN MENIKMATI BERAGAM KESEMPATAN DIBAWAH INI
Kandidat dipastikan mendapat berbagai fasilitas Neraka berupa alam terbuka dengan fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila seseorang dikeluarkan dari dalamnya sekejab kemudian dipindahkan ke tumpukan api unggun yang menyala-nyala di muka bumi ini maka iapun akan merasa lega.
Neraka sangat luas, jadi para pelamar posisi ini tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat. Para pelamar posisi ini juga tak perlu khawatir segera mati kalau dibakar, karena tubuh kita akan dibuat sedemikian rupa hingga mampu memuai kalau dibakar (seperti kerupuk bila digoreng).Rasulullah saw bersabda, "Di neraka gigi seorang kafir akan (memuai) hingga sebesar gunung Uhud, dan (tebal) kulitnya membentang sejauh tiga hari perjalanan"(diriwayatkan oleh Abu Hurairah, HR Muslim).Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda,"Neraka dipegang oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuhpuluh ribu malaikat"(HR Muslim). Rasulullah saw bersabda, "Allah mempunyai malaikat yang jarak antara kedua belah matanya adalah sepanjang seratus tahun perjalanan" (Abu Daud, Ibn Hanbal).
Oh, ya. Fasilitas ini juga meliputi makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah.Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat.
Selain fasilitas tersebut, para kandidat akan melewati masa training yang lamanya mencapai ribuan tahun, yaitu :

1.Training indoor didalam kubur berupa siksa kubur dan 'hidup' dalam kesengsaraan ditemani ular dan makhluk aneh lainnya serta wajah-wajah buruk selama bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh tergantung kualitas amal ibadahnya dan dosa-dosa yang ia lakukan.

2.Training outdoor dilakukan di padang Mahsyar selama ribuan tahun,dalam suasana kepanikan dan huru-hara yang luar biasa.Bapak, ibu,anak dan saudara-saudara kita tak mampu menolong kita karena setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.Bahkan para nabipun tidak mampu menolong, kecuali nabi Muhammad SAW yang akan menolong umatnya yang rajin bersholawat padanya.

SYARAT-SYARAT PELAMAR
- Tidak diperlukan ijazah
- Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok.
- Tidak perlu bawa harta
- Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi.
- Cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan amal karya Anda sendiri.

WAKTU WAWANCARA :

Wawancara tahap 1, dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda. Sabda Rasulullah
SAW: "Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur,maka jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu (hadist hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal).Perlu diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah ditentukan sejak roh ditiupkan ke tubuh Anda semasa dalam kandungan ibu.

Wawancara tahap 2 : Hanya Allah lah yang tahu.

LOKASI DAN LAMA WAWANCARA
Wawancara tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.
Wawancara tahap II, dilakukan pada hari penghisaban (hari perhitungan) selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda bahwa jarak aktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggungjawabannya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan diminta pertanggungjawabannya).

PEWAWANCARA:
Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.
Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang Penguasa Hari Kemudian

WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN :
1. Siapa Tuhanmu ?
2. Apa agamamu ?
3. Siapa nabimu?
4. Apa kitabmu?
5. Dimana kiblatmu ?
6. Siapa saudaramu?
Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi sayangnya tidak bisa dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal kitalah yang akan menjawabnya.

CARA MELAMAR:
Sekalilagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamarpun Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk sekaliber malaikat yang bernama Izroil.Ia akan menjemput anda kapan dan dimanasaja (bisa jadi sebentar lagi).

BENARKAH LOWONGAN INI ?
Simaklah hadits dibawah ini, sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam ini yang tidak mampu kita ketahui, apalagi mengenai akhirat.Rasulullah saw bersabda :
"Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit(berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT.Demi Allah !
Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat),niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut).Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan" ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari).Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang bersujud kepada Allah, dan sementara Malaikat peniup Sangkakala sudah siap di depan trompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula masih banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini dan bergelimang dalam alam pikirannya sendiri. Tidak sadar ia bahwa dirinya sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di akhirat.

MAU MELAMAR KE POSISI B ?
Mudah saja, hiduplah sesuka anda...

Wallahu a'lam


----ADZKIA----
Bdg_26.04.10_13.40
Share
  • Salam Ta'aruf

    Rahmah Archivienna,,,
    seorang muslimah yang masih terus belajar mengenal, memahami dan mencoba istiqomah menapakkan kaki di jalan perjuangan menegakkan dien-Nya,,,menyukai hujan,,,dunia arsitektur,,,kota Vienna-Austria,,dan musim gugur,,,,selain membaca, menulis, dan backpacker,,,seorang Rahmah Archivienna juga seorang penikmat film meskipun tidak sampai pada taraf addict,,,ada satu syarat ketika seorang Rahmah Archivienna memutuskan menikmati film,,yaitu bertema sejarah/konspirasi/arsitektur, khusus drama seri Korea ada syarat lainnya,,,ketika pemerannya si "Smile Boy" a.k.a Lee Seung Gi,,, ^^

    Last but not least,,,terima kasih sudah menyempatkan diri mampir di blog ini,,,serupa sketsa yang lugas yang selalu tak memerlukan sentuhan berlebihan,,,tak memerlukan "make up" yang memupus "kecelakaan",,,maka seperti inilah blog ini ditampilkan,,,


    Best Regard,
    "Arsitek" Peradaban

    Rahmah Archivienna

    Rahmah Archivienna

    SpiritDakwahKu...

    Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

    (TQS. 9:128)

    Nasehat Murrobiyahku..

    ..perbanyaklah bekal..karena perjalananmu amat jauh…

    ..perbaharuilah semangat pengabdianmu pada ALLOH..

    ...karena samudera yang kan kau arungi..amatlah dalam..

    ..bersungguh-sungguhlah dalam beramal..

    ..karena jembatan yang akan kau lewati amat halus..

    ..ikhlaslah dalam beramal..

    ...karena Sang Maha Pengawas Menghargai keikhlasanmu..

    ..tetap semangat mujahidahku...

    Kampus Impianku

    Kampus Impianku

    I'M COMING...^_^

    I'M COMING...^_^

    Dilatasi Memory