Saat kita pahami arti perjuangan..maka kita telah siap melangkah diatas batu yang tajam..terjatuh dalam jurang yang terjal..dan tersesat dalam luasnya padang..hanya orang MUKHLIS..yang tetap mampu BANGKIT dan BERGERAK...Keep ISTIQOMAH...!!!
Tampilkan postingan dengan label Cluster Mini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cluster Mini. Tampilkan semua postingan
My Dream Comes True

Bulan Januari  sebentar lagi akan berakhir dan berganti bulan berikutnya. Tak terasa waktu benar-benar begitu cepat berlari. Dan betapa bahagianya diri ini, dalam perjalanan waktu yang melesat demikian cepat, Allah mewujudkan salah satu impianku sebagaimana yang sudah direncanakan dalam resolusi mengawali dekade ke dua yang aku beri tema sebagai "The Best Decade" tepat di 10 hari pertama saat sang waktu menapakkan kakinya di tahun 2016 ini. Alhamdulillah. Segala puja dan puji dilangitkan hanya untuk-Nya semata.

Betapa berartinya tercapainya satu impian kecil ini saat sinar fajar 2016 belumlah memudar. Karena terwujudnya ia menjadi sesuatu yang tak hanya lagi diimpikan, memantik semangat untuk tak penat berikhtiar dan berdoa merayu-Nya agar menyetujui proposal hidup yang berisi deretan-deretan impian lainnya. 

Satu impian kecil itu, entah mengapa membuatku yakin menjadi gerbang awal bagi impian-impian besar lainnya. So, mari siagakan diri untuk menjemput takdir impian-impian lainnya.

Ah, duhai...betapa Rabb-ku selalu membuatku jatuh cinta pada-Nya. Love You Rabb, more and more.


فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Which then, of the favours of your Lord will you deny ?



Best Regard,
.::RahmahArchivienna::.
Bumi Holland-allo, 24:01:2016_09:16pm
 


 
Share
The Second Decade


Rasanya begitu menakjubkan ketika akhirnya bisa melewati satu dekade dalam hidup dengan pencapaian-pencapaian yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan. Maka kulangitkan ribuan syukur pada-Nya , atas perkenan-Nya mewujudkan goresan-goresan impian itu. Meskipun honestly, dalam kurun waktu 2005 hingga Desember 2015, masih ada beberapa impian yang belum juga terwujud, tapi tak mengurangi syukur yang kulangitkan untuk-Nya. Karena berbekal keyakinan pada-Nya Sang Maha Segala dan keteguhan ikhtiar untuk mewujudkannya, aku yakin impian-impian itu kelak mewujud nyata di tahun-tahun berikutnya. Allahumma Aamiin.

Sepuluh tahun silam, ketika aku menggoreskan impian-impian bertanggal itu, rasanya waktu begitu lamban bergerak. Namun seiring waktu, perjalanan waktu melesat demikian cepatnya, seakan tak memberi jeda untuk sekedar melepas penat. Hingga akhirnya aku menyadari, 10 tahun dari sekarang, busur waktu itu kan semakin melesat cepat, lebih cepat dari perjalanan sebelumnya. Dan Ia mungkin saja takkan memberi kita jeda untuk sekedar mematut diri. Maka yang harus dilakukan oleh diri kita adalah menyiagakan diri, agar jarak antara kita dan lesatan waktu tak begitu jauh. Karena bagaimanapun juga, setiap detik yang menjadi bagian dari waktu, kelak akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah. Dan rancang bangun hidupku sepuluh tahun kedepan dari sekarang,  yang sudah aku goreskan dalam catatan-catatan rencana adalah wujud dari menyiagakan diri agar jarak antara aku dan lesatan waktu tak begitu jauh.

 The second decade, dekade kedua sejak aku mulai belajar memahami apa tujuan Rabb-ku menciptakan aku. Dekade kedua yang dimulai di tahun 2016 ini, yang telah diawali dengan menggoreskan banyak catatan-catatan rencana yang akan diikhtiari selama kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Melanjutkan dekade pertama yang Alhamdulillah bisa dilewati dengan baik, meskipun ada banyak airmata yang menyertainya. Air mata yang semoga menjadikan diri ini semakin tangguh dan semakin kokoh menapak di jalan-Nya.

Ah, duhai...segala puja dan puji kulangitkan pada-Nya, atas setiap skenario hidup yang Dia percayakan pada diriku. Semoga kelak di dekade kedua ketika diri ini belajar memahami keinginan-Nya atas setiap peran dari Dia sebagai Sang Sutradara Maha Hebat, mampu membawaku menjadi pelakon terbaik dihadapan-Nya. Semoga kelak, catatan-catatan rencana, impian-impian bertanggal yang kan mengisi waktuku sepuluh tahun ke depan, kelak kan terwujud dan senantiasa terjaga dalam koridor niat untuk meraih ridho-Nya semata: Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.


Love You Rabb, more and more.

Best Regard,
.::RahmahArchivienna::.
Bumi Holland-allo, 01:01:2016_01:46am
Share
Mencintai Kehilangan


Hampir dua tahun silam, aku bertemu dengan seseorang yang wajahnya terasa begitu familiar. Kala itu aku pikir dia kawan baikku semasa ditanah rantau. Tapi setelah kuseksamai, ternyata bukan. Dan bulan demi bulan berlalu setelah pertemuan yang terlupakan begitu saja, tak kusangka dia hadir dilintasan istikharahku, kala seseorang nun jauh di negeri ginseng mengkhitbahku.


Kala istikharahku tak berujung kata mantab, aku memutuskan mencarinya. Mencari sosok yang bahkan namanya pun tak kuketahui. Suatu keputusan tak berlogika memang. Kota kecilku terasa menjadi kota yang begitu besar karena berbulan-bulan aku tak juga menemukan sosoknya. 


Hingga akhirnya Allah mempertemukan kami dengan skenario yang sungguh tak pernah aku duga. Bahkan hingga saat ini rasanya masih takjub dengan cara Allah mempertemukan kami, meskipun pada akhirnya pertemuan itu berhenti pada titik ini. Tapi tak mengapa. Aku sendiri yang meminta pertemuan itu terjadi. Aku masih ingat isi doaku “ Duhai Rabb, jika pertemuan kami membawa kebaikan, pertemukan kami. Tapi jikalau pertemuan kami tak membawa kebaikan apapun, maka jangan pernah ijinkan kami bertemu”.


Jadi kalaupun pertemuan itu pada akhirnya berhenti pada titik ini, bagiku tak mengapa. Karena ada banyak pelajaran hidup yang dapat aku petik dari pertemuanku dengannya. Ada banyak kebaikan hidup yang aku pelajari dari pertemuan dengannya. Dan semoga dia pun mendapat banyak kebaikan dari pertemuan kami yang memang sudah dirancang Allah sedemikian rupa. Tak perlu ada yang patut disesali. Bukankah daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Mengajarkan diri untuk menerima segala bentuk takdir-Nya adalah bagian dari upaya untuk semakin memahami kehendak Illahi Rabbi. Termasuk rasa takjub yang masih membekas dihati. Bukankah dengan demikian, harusnya membuat aku semakin yakin, bahwa kelak pertemuanku dengan seseorang yang namanya sudah tertulis ribuan tahun silam di Lauhul Mahfudz pasti akan jauh lebih menakjubkan. Maka yang harus aku lakukan hanyalah tetap taat pada syariat-Nya, menanti sang pangeran syurga dengan ketaatan. Agar kelak pertemuan dengannya nanti adalah pertemuan yang diberkahi, yang kelak membawa ribuan kebaikan bukan hanya untukku dan untuk sang pangeran syurga, tapi juga membawa kebaikan bagi yang lainnya. Agar kelak ketika pintu halal dibukakan, bobot bumi bertambah dengan kalimat-kalimat tauhid yang kami perjuangkan bersama-sama  demi menggenapi separuh dien yang sudah diikrarkan.


Tak mengapa bila aku harus melalui episode kehilangan ini. Tak mengapa, jikalau kehilangan ini kelak mempertemukan aku dengan engkau yang memang ditakdirkan untukku. Tak mengapa, jikalau kehilangan ini membuatku semakin berupaya mawas diri agar kelak tak salah mengenalimu dipertemuan kita nanti. Dan sebagaimana diriku kini berupaya, semoga engkau pun kala ini sedang berupaya untuk senantiasa dalam ketaatan, menanti saat perjumpaan itu dengan sepenuh-penuh ketaatan. Semoga pula tegaknya Ad-Dien menjadi cita-cita perjuanganmu. Agar kelak saat Allah halalkan rindu kita, hidup kita tak melulu antara aku dan engkau, tapi juga tentang mereka. Mereka yang belum mengenal keindahan di bawah naungan dien-Nya, dibawah naungan keberkahan dan ridho-Nya. Allahumma Aamiin.



Setiap kali kumerindukanmu..

Kugantungkan satu lagi bintang penunjuk

Agar kau tak tersesat pulang kepadaku..

Setelah perpisahan kita ribuan tahun silam

Perpisahan yang melintasi dimensi berbeda

Agar kelak saat yang Allah janjikan tiba nanti..

Langit selamanya benderang untukmu..

Dan kita menyatukan kembali janji yg pernah terurai dibawah naungan cinta-Nya..

(Spesial untuk pangeran syurga- ku.Wherever you are,whoever you are,,siapapun engkau yang Allah takdirkan menjadi partner berjuangku meraih syurga dan ridho-Nya, doaku senantiasa menyertai langkah perjuanganmu. Semoga,,semoga,,semoga,,,Allah senantiasa membimbingmu juga aku tentunya...selalu dan selamanya,,,Aamiin Ya Rabb..Ya Mujiib,,,)

Best Regard,
.::RahmahArchivienna::
Bumi Holland-allo, 08:21PM

Share
Ujian Nge-Blog


Hidup itu adalah kumpulan dari berbagai ragam ujian. Entah ujian-ujian kecil yang membuat kita tak pernah merasa sedang menjalani ujian, ataupun ujian-ujian besar yang membuat kita babak belur bahkan mungkin berkali-kali mengalami ujian yang sama atau istilahnya re-medial. (Duh, mau ngomong kalau udah lama gak nulis di blog aja pake prolog yang mellow gini, dasar si gue emang tipe kepribadiannya melankolis.heuheu)



Ah ya, tapi benar sobat blogger, seperti hidup, nge-blog juga ada ujiannya ternyata.  Setelah mencanangkan program memposting tulisan ke blog pribadi maksimal seminggu satu tulisan (masih kurang kenceng niat nulisnya,hoho) dan program itu bisa dikatakan cukup berhasil dengan tolok ukur munculnya berbagai postingan di blog ini mulai dari postingan mellow hingga postingan serius yang butuh banyak referensi. Datanglah ujian nge-blog itu, ujian malas setelah rajin memposting berbagai tulisan pribadi di blog ini. Penyebabnya hal sepele memang, tapi cukup mengakibatkan traumatis yang berkepanjangan. Gegara ingin meng-update tampilan blog ini, gue iseng mengutak-ngatik template blog ini yang berakibat dengan hilangnya berbagai macam tulisan. Dan parahnya berbagai tulisan yang tak sengaja di delete itu, sebagian besar tulisan hasil pemikiran serius. 


Itulah sebabnya, setiap kali berkunjung ke blog orang lain, semangat menulis yang menggebu-gebu karena ingin menulis dengan kaca pandang yang berbeda, tiba-tiba menghilang begitu saja ketika masuk ke blog milik sendiri. Dikarenakan masih teringat dengan puluhan tulisan yang menghilang tanpa jejak.



Dan salah satu cara atau solusi untuk menjaga mood menulis itu adalah dengan menuliskan terlebih dahulu ke program Word sebelum akhirnya di posting ke blog pribadi. Sebelumnya gue menulis langsung di blog dan langsung mempublishnya ketika tulisan selesai. Tapi cara seperti itu ternyata tak bisa mem-backup tulisan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 


So, happy blogging…..


Best Regard,
 .::RahmahArchivienna::

Bumi Holland-allo, 12:15_05.15 
(Btw, kapan ya bumi holland-allo nya berubah menjadi Holland a.k.a Netherland.Hehehe, semoga suatu saat nanti. Aamiin Ya Rabb)

Share
Self Reminder


Kecenderungan kita kini di medsos..menjadi mudah sekali menjudge dan mencaci maki orang lain yg bahkan tidak kita kenal dgn baik..padahal Nabi kita seorang yg santun bahkan trhadap orang-orang yang menyakiti beliau..

Masih ingatkah kita dengan kisah penduduk Thaif ? Saat Rasulullah dalam gemuruh sakit lahir dan batin, lalu peluang pelampiasan dibentangkan dihadapan beliau..Tapi TIDAK..Rasulullah tidak pernah mengijinkan malaikat menimpakan gunung, menelungkupkan bumi untuk orang-orang yang menimpuki beliau dengan batu hingga berdarah-darah lahir dan batin beliau..Rasulullah menolak dengan harapan yang memuncak atas kebaikan yang masih nanti..yang masih kelak.."Jika mereka ingkar, semoga keturunannya yang kelak akan beriman"

Dan harapan itu mewujud nyata..disaat orang-orang berbondong-bondong kembali menyembah berhala,.penduduk Thaif tetap teguh memegang ke-Islamannya...penduduk Thaif memang terlambat mendapat hidayah-Nya..tapi bukankah yg dihitung dari manusia adalah akhir,.bukan tengah..bukan pula awal..semua orang bisa berubah..sejahiliyah apapun dirinya..sesulit apapun merubahnya..Allah yang berkehendak mencelupnya dengan warna hidayah-Nya...siapapun sekelam apapun masa lalunya..mestinya kita tetap menabur harapan yg memuncak atas sesuatu yang masih kelak..bahkan dari buah yg sudah membusuk..kita masih bisa berharap dari biji-bijiannya yg kelak bisa menumbuhkan pohon-pohon baru dengan buah-buahannya yang ranum...

‪#‎SelfReminder‬
‪#‎UntukDiriSendiriWahaiWahaiWahai‬

Duhai Rabb..mungkin hari ini belum Engkau tunjukkan...tapi Rabb..siapa tahu kelak Engkau beri hidayah..sementara diri ini Ya Rabb..sekarang dekat dengan Engkau..tapi duhai Rabb semua masih gaib..siapa tahu diujung perjalanan nanti..hidayah-Mu Engkau cabut dari diri ini hingga berpaling dari-Mu...na'udzubillah min dzalik...

Maka jangan pernah biarkan se-zarrah pun rasa sombong..ujub..karena (merasa) telah begitu dekat dengan Engkau dibanding orang lain yg kita caci maki itu..jangan pernah duhai Rabb...
Kawal diri kami..bimbing diri kami agar senantiasa istiqomah mengemudi kesadaran kami menuju-Mu hingga perjumpaan dengan-Mu..saat Engkau singkapkan hijab-Mu..saat kenikmatan memandang wajah-Mu tak terbandingi..
Dan semoga disepanjang perjalanan mengemudi kesadaran menuju-Mu..kami bisa tetap membagi celupan warna-Mu bagi saudara2 kami lainnya..hingga hidayah-Mu menyapa setiap jiwa untuk kembali ke fitrahnya..agar kelak..agar kelak duhai Rabb..perjalanan mengemudi kesadaran menuju-Mu bukan hanya tentang perjalananku..tentang perjalanan kami..tapi juga tentang mereka...
Allahumma Aamiin

Ditulis 08 Februari 2015
Dposting 06 November 2015
Best Regard,
#RahmahArchivienna
Share
Tentangmu..

Merindu dusun kecil itu...
Meskipun kini kenanganku tak lagi utuh..
Serupa puzzle yang kehilangan salah satu kepingannya...

RahmahArchivienna
Gorontalo, 12:24_13:04:15::.

Share
Karenamu..

Engkau adalah salah satu alasan..
Saat langkah kakiku enggan meninggalkan kotamu..
Saat tangis keenggananku melebur bersama derai hujan sesore itu..

Aku enggan beranjak..
Karena ingin bertumbuh bersamamu..
Membersaimamu selalu..
Mempersembahkan detik-detik terbaik yang Allah titipkan..

Dan berbilang waktu serta jarak..
Allah ijinkan kita tuk tetap bertumbuh bersama..
Dengan cara-Nya yang paling indah..
Mengeja cinta-Nya...
Meski ditempat dan cara yg masing-masing membeda..
Meski aku tahu..
Aku bertumbuh tak sesempurna engkau..
Kepak sayapku tak sekokoh kepakanmu di bentangan langit-Nya..

RahmahArchivienna
Repost 11:59_13:04:15::.

Bandung..I'm in love..pada setiap denyut perjuangan dinadimu..

Spesial for "Emak" di Bandung dan ikhwahfillah yang  bertumbuh bersamaku..

#SaatMerinduBandung

Share
The Coffee Memory


Secangkir kopi itu, sesuatu yang membangkitkan kerinduan. Rindu yang sama pekatnya seperti warna asli kopi. Ketika kita sudah mendapatkannya, kita akan berpadu dengan rasa rindu yang membuat kita ingin menikmatinya secara perlahan. Tidak menyia-nyiakan sampai tetes terakhir. (The Coffee Memory) 

Seperti aku malam ini. Menyesap perlahan secangkir cappuccino, membangkitkan kerinduan tentang ekspansi Islam yang belum paripurna di benua biru. Menghirup aroma cappuccino dalam-dalam, membangkitkan syaraf imaji-ku yang melanglang ke barat Eropa, menghadirkan medan laga Kahlenberg, yang membuat biji kopi dari kopi favoritku ini lebih dikenal sebagai produk Italia. Padahal sesungguhnya berasal dari biji-biji kopi Turki yang tertinggal di medan perang Kahlenberg, Vienna. Saat ekspansi Islam di benua biru terhenti jeda. Terhenti jeda, karena kelak cahaya Islam kan menerangi bumi Eropa hingga sudut-sudutnya. Itu janji Allah. Jika dahulu Eropa dan Islam pernah menjadi pasangan serasi, maka kelak nanti pun kan kembali mewujud nyata. Dan semoga aku termasuk salah satu dari sekian orang yang kan menegakkan kembali Ad-Dien di benua biru, hingga cahayanya menerangi langit benua biru.

Menyesap cappuccino tetes demi tetes hingga tetes akhir, ketika alarm diri mengharuskanku mengambil jeda untuk berpisah dengan minuman favoritku, menyisakan rindu untuk menyesapnya kembali. Dan ssaat dimana Allah mengijinkan kaki ini memijak bumi Eropa. Saat dimana Allah mengamanahiku menjadi bagian dari orang-orang yang memancangkan panji-panji-Nya hingga berkibar dilangit Eropa, kan ku penuhi dahaga rinduku pada secangkir cappuccino, menghirup kembali aromanya sembari merasakan hawa dingin di atas bukit Kahlenberg, Vienna. Hawa dingin yang menghangatkan, karena bercampur nyala semangat para pejuang dakwah yang kelak kan melihat hamparan kota Vienna berkilauan dengan cahaya-Nya. Kilauan cahaya yang menerangi seluruh langit Eropa.  Aamiin Ya Mujiib.


Bukit Kahlenberg, Vienna

Gorontalo,10:08:14_01:51AM

#Saat memutuskan untuk berpisah (semoga kelak bisa menikmatinya kembali) dengan bercangkir-cangkir kopi#

#Saat menghabiskan tetes demi tetes minuman favorit digelas-gelas kopi yang cantik nan unik yang mungkin juga kelak kan merindui teman serasinya#

#Saat seruan dari bumi Eropa semakin jelas terdengar#

#Dan saat merindui Vienna#

Arsitek Peradaban,
.::RahmahArchivienna::


Share
  • Salam Ta'aruf

    Rahmah Archivienna,,,
    seorang muslimah yang masih terus belajar mengenal, memahami dan mencoba istiqomah menapakkan kaki di jalan perjuangan menegakkan dien-Nya,,,menyukai hujan,,,dunia arsitektur,,,kota Vienna-Austria,,dan musim gugur,,,,selain membaca, menulis, dan backpacker,,,seorang Rahmah Archivienna juga seorang penikmat film meskipun tidak sampai pada taraf addict,,,ada satu syarat ketika seorang Rahmah Archivienna memutuskan menikmati film,,yaitu bertema sejarah/konspirasi/arsitektur, khusus drama seri Korea ada syarat lainnya,,,ketika pemerannya si "Smile Boy" a.k.a Lee Seung Gi,,, ^^

    Last but not least,,,terima kasih sudah menyempatkan diri mampir di blog ini,,,serupa sketsa yang lugas yang selalu tak memerlukan sentuhan berlebihan,,,tak memerlukan "make up" yang memupus "kecelakaan",,,maka seperti inilah blog ini ditampilkan,,,


    Best Regard,
    "Arsitek" Peradaban

    Rahmah Archivienna

    Rahmah Archivienna

    SpiritDakwahKu...

    Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

    (TQS. 9:128)

    Nasehat Murrobiyahku..

    ..perbanyaklah bekal..karena perjalananmu amat jauh…

    ..perbaharuilah semangat pengabdianmu pada ALLOH..

    ...karena samudera yang kan kau arungi..amatlah dalam..

    ..bersungguh-sungguhlah dalam beramal..

    ..karena jembatan yang akan kau lewati amat halus..

    ..ikhlaslah dalam beramal..

    ...karena Sang Maha Pengawas Menghargai keikhlasanmu..

    ..tetap semangat mujahidahku...

    Kampus Impianku

    Kampus Impianku

    I'M COMING...^_^

    I'M COMING...^_^